Perbedaan Creditcoin dan Bittensor: Creditcoin diperdagangkan di Rp1.189 (kapitalisasi pasar Rp651,7M, volume 24 jam Rp21,27M), sedangkan Bittensor diperdagangkan di Rp3.629.045 (kapitalisasi pasar Rp40,74T, volume 24 jam Rp1,83T). Perbedaan utamanya: Bittensor jauh lebih besar — sekitar 62,5× kapitalisasi pasar Creditcoin, dan suplai beredar Creditcoin 549,6M / 600M CTC (92%) dibanding 11,2M / 21M TAO (54%) milik Bittensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Creditcoin selama 18 Hari dan Bittensor selama 43 Hari.
| CTC | TAO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp651,7M | Rp40,74T |
Volume (24h) | Rp21,27M | Rp1,83T |
Suplai yang Beredar | 549,6M / 600M CTC (92%) | 11,2M / 21M TAO (54%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →Bittensor adalah protokol open-source yang menggerakkan jaringan machine learning terdesentralisasi berbasis blockchain. Model machine learning dilatih secara kolaboratif dan diberi reward dalam TAO sesuai dengan nilai informasi yang mereka tawarkan secara kolektif. TAO juga memberikan akses eksternal, memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari jaringan sambil menyesuaikan aktivitasnya sesuai kebutuhan mereka.
Selengkapnya di halaman TAO →