Perbedaan Creditcoin dan Merlin Chain: Creditcoin diperdagangkan di Rp1.486 (kapitalisasi pasar Rp815,2M, volume 24 jam Rp46,98M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp309,33 (kapitalisasi pasar Rp406,89M, volume 24 jam Rp47,96M). Perbedaan utamanya: Creditcoin jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai beredar Creditcoin 549,6M / 600M CTC (92%) dibanding 1,3B / 2,1B MERL (63%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Creditcoin selama 17 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| CTC | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp815,2M | Rp406,89M |
Volume (24h) | Rp46,98M | Rp47,96M |
Suplai yang Beredar | 549,6M / 600M CTC (92%) | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →