Perbedaan Creditcoin dan MovieBloc: Creditcoin diperdagangkan di Rp1.481 (kapitalisasi pasar Rp809,77M, volume 24 jam Rp45,58M), sedangkan MovieBloc diperdagangkan di Rp12,48 (kapitalisasi pasar Rp242,66M, volume 24 jam Rp29,63M). Perbedaan utamanya: Creditcoin jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar MovieBloc, dan suplai beredar Creditcoin 549,6M / 600M CTC (92%) dibanding 19,5B / 30B MBL (66%) milik MovieBloc. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Creditcoin selama 17 Hari dan MovieBloc selama 62 Hari.
| CTC | MBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp809,77M | Rp242,66M |
Volume (24h) | Rp45,58M | Rp29,63M |
Suplai yang Beredar | 549,6M / 600M CTC (92%) | 19,5B / 30B MBL (66%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 62 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →