Perbedaan Creditcoin dan Loopring: Creditcoin diperdagangkan di Rp1.481 (kapitalisasi pasar Rp809,77M, volume 24 jam Rp45,58M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: Creditcoin lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Creditcoin dibatasi (549,6M / 600M CTC (92%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Creditcoin selama 17 Hari dan Loopring selama 73 Hari.
| CTC | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp809,77M | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp45,58M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 549,6M / 600M CTC (92%) | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 17 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →