Perbedaan Cross The Ages dan Slash Vision Labs: Cross The Ages diperdagangkan di Rp14,04 (kapitalisasi pasar Rp7,1M, volume 24 jam Rp158,99jt), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,3 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,46M). Perbedaan utamanya: suplai Cross The Ages dibatasi (500M / 500M CTA (100%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Slash Vision Labs lebih aktif diperdagangkan (Rp1,46M vs Rp158,99jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cross The Ages selama 7 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| CTA | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,1M | -- |
Volume (24h) | Rp158,99jt | Rp1,46M |
Suplai yang Beredar | 500M / 500M CTA (100%) | -- |
Typical Hold Time | 7 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cross The Ages (CTA) adalah IP multimedia yang mencakup video game, buku, film, koleksi figur, dan lainnya, dengan menggabungkan ekosistem Web2 dan Web3. CTA membangun semesta luas yang menghadirkan berbagai pengalaman dan hiburan bagi komunitasnya.
Selengkapnya di halaman CTA →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →