Perbedaan Cross The Ages dan JOE: Cross The Ages diperdagangkan di Rp9,35 (kapitalisasi pasar Rp6,57M, volume 24 jam Rp98,4jt), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp494,12 (kapitalisasi pasar Rp224,67M, volume 24 jam Rp80,53M). Perbedaan utamanya: JOE jauh lebih besar — sekitar 34,2× kapitalisasi pasar Cross The Ages, dan suplai beredar Cross The Ages 500M / 500M CTA (100%) dibanding 457,2M / 500M JOE (92%) milik JOE. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cross The Ages selama 8 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| CTA | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp6,57M | Rp224,67M |
Volume (24h) | Rp98,4jt | Rp80,53M |
Suplai yang Beredar | 500M / 500M CTA (100%) | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cross The Ages (CTA) adalah IP multimedia yang mencakup video game, buku, film, koleksi figur, dan lainnya, dengan menggabungkan ekosistem Web2 dan Web3. CTA membangun semesta luas yang menghadirkan berbagai pengalaman dan hiburan bagi komunitasnya.
Selengkapnya di halaman CTA →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →