Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cross The Ages (CTA) vs Humanity Protocol (H)

Cross The AgesTrading
Humanity ProtocolTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cross The Ages dan Humanity Protocol: Cross The Ages diperdagangkan di Rp14,04 (kapitalisasi pasar Rp7,1M, volume 24 jam Rp158,99jt), sedangkan Humanity Protocol diperdagangkan di Rp1.234 (kapitalisasi pasar Rp3,83T, volume 24 jam Rp183,05M). Perbedaan utamanya: Humanity Protocol jauh lebih besar — sekitar 539,4× kapitalisasi pasar Cross The Ages, dan suplai beredar Cross The Ages 500M / 500M CTA (100%) dibanding 3,1B / 10B H (31%) milik Humanity Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cross The Ages selama 7 Hari dan Humanity Protocol selama 5 Hari.

CTAH
Kap. Pasar
Rp7,1MRp3,83T
Volume (24h)
Rp158,99jtRp183,05M
Suplai yang Beredar
500M / 500M CTA (100%)3,1B / 10B H (31%)
Typical Hold Time
7 Hari5 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

CTA
84% Beli16% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 7 Hari
H
48% Beli52% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 5 Hari

Tentang Cross The Ages

Cross The Ages (CTA) adalah IP multimedia yang mencakup video game, buku, film, koleksi figur, dan lainnya, dengan menggabungkan ekosistem Web2 dan Web3. CTA membangun semesta luas yang menghadirkan berbagai pengalaman dan hiburan bagi komunitasnya.

Selengkapnya di halaman CTA

Tentang Humanity Protocol

Humanity Protocol menawarkan alternatif terdesentralisasi untuk sistem identitas biometrik yang dijalankan pemerintah, memberikan kendali penuh kepada individu atas data identitas dan biometriknya melalui teknologi blockchain yang aman. Hal ini memastikan privasi dan perlindungan dari sensor. Humanity Protocol berfungsi sebagai grafik identitas terbuka yang mendukung kredensial terverifikasi untuk berbagai atribut, seperti informasi pribadi (PII), pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam acara. Pengguna dapat membuktikan berbagai aspek identitas mereka secara selektif tanpa mengorbankan privasi.

Selengkapnya di halaman H