Perbedaan Cross The Ages dan GMX: Cross The Ages diperdagangkan di Rp14,04 (kapitalisasi pasar Rp7,03M, volume 24 jam Rp248,31jt), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.839 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp44,65M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 150,8× kapitalisasi pasar Cross The Ages, dan suplai beredar Cross The Ages 500M / 500M CTA (100%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cross The Ages selama 7 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| CTA | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,03M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp248,31jt | Rp44,65M |
Suplai yang Beredar | 500M / 500M CTA (100%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cross The Ages (CTA) adalah IP multimedia yang mencakup video game, buku, film, koleksi figur, dan lainnya, dengan menggabungkan ekosistem Web2 dan Web3. CTA membangun semesta luas yang menghadirkan berbagai pengalaman dan hiburan bagi komunitasnya.
Selengkapnya di halaman CTA →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →