Perbedaan Casper dan STBL: Casper diperdagangkan di Rp33,05 (kapitalisasi pasar Rp534,42M, volume 24 jam Rp36,72M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp417,77 (kapitalisasi pasar Rp290,99M, volume 24 jam Rp40,47M). Perbedaan utamanya: Casper lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Casper terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Casper selama 13 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| CSPR | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp534,42M | Rp290,99M |
Volume (24h) | Rp36,72M | Rp40,47M |
Suplai yang Beredar | 16,6B CSPR | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Casper adalah blockchain Layer-1 Proof-of-Stake yang bertujuan membawa aset dunia nyata ke on-chain. Diluncurkan di mainnet pada Maret 2021, Casper menyediakan infrastruktur untuk aset tokenisasi, dengan fitur smart contract yang dapat di-upgrade, kontrol akses di tingkat protokol, dan dukungan native untuk berbagai virtual machine (VM).
Selengkapnya di halaman CSPR →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →