Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) vs Timah Tbk. (TINS)

Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. dan Timah Tbk.: Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 1,22 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.500 (kapitalisasi pasar 25,92 T, volume 24 jam 33,64 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 88× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (33,64 jt vs 1,22 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CSISTINS
Kapitalisasi Pasar
294,6 M25,92 T
Volume
1,22 jt33,64 jt
Lot
12,24 rb336,36 rb
Perputaran
199,03 jt118,14 M
Harga Rata-rata
162,683.512,42
Nilai Transaksi
199,03 jt118,14 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1633.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
18612,86 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CSIS
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS