Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 1,22 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 1,22 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CSISSQMI
Kapitalisasi Pasar
294,6 M947,79 M
Volume
1,22 jt13,56 jt
Lot
12,24 rb135,59 rb
Perputaran
199,03 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
162,6858,82
Nilai Transaksi
199,03 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
16357
Volume Ekuilibrium Indikatif
1869,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CSIS
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI