Perbedaan Cronos dan STBL: Cronos diperdagangkan di Rp994,51 (kapitalisasi pasar Rp45,64T, volume 24 jam Rp105,89M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp416,86 (kapitalisasi pasar Rp291,37M, volume 24 jam Rp41,17M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 156,6× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Cronos 46,1B / 100B CRO (47%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 12 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| CRO | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,64T | Rp291,37M |
Volume (24h) | Rp105,89M | Rp41,17M |
Suplai yang Beredar | 46,1B / 100B CRO (47%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →