Perbedaan Cronos dan MyShell: Cronos diperdagangkan di Rp834,96 (kapitalisasi pasar Rp39,54T, volume 24 jam Rp86,3M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,73M, volume 24 jam Rp80,56M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 273,2× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Cronos 47,3B / 100B CRO (48%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 13 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| CRO | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp39,54T | Rp144,73M |
Volume (24h) | Rp86,3M | Rp80,56M |
Suplai yang Beredar | 47,3B / 100B CRO (48%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →