Perbedaan Cronos dan Qtum: Cronos diperdagangkan di Rp842,56 (kapitalisasi pasar Rp39,86T, volume 24 jam Rp56,39M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.844 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp84,91M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 31,6× kapitalisasi pasar Qtum, dan suplai beredar Cronos 47,3B / 100B CRO (48%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 13 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| CRO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp39,86T | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp56,39M | Rp84,91M |
Suplai yang Beredar | 47,3B / 100B CRO (48%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →