Perbedaan Cronos dan Ponke: Cronos diperdagangkan di Rp992,88 (kapitalisasi pasar Rp45,71T, volume 24 jam Rp105,81M), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp383,41 (kapitalisasi pasar Rp216,74M, volume 24 jam Rp34,17M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 210,9× kapitalisasi pasar Ponke, dan suplai beredar Cronos 46,1B / 100B CRO (47%) dibanding 555,5M / 555,6M PONKE (100%) milik Ponke. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 12 Hari dan Ponke selama 11 Hari.
| CRO | PONKE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,71T | Rp216,74M |
Volume (24h) | Rp105,81M | Rp34,17M |
Suplai yang Beredar | 46,1B / 100B CRO (47%) | 555,5M / 555,6M PONKE (100%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.
Selengkapnya di halaman PONKE →