Perbedaan Cronos dan Ordinals: Cronos diperdagangkan di Rp839,81 (kapitalisasi pasar Rp39,74T, volume 24 jam Rp55,61M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp62.970 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp173,25M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 30,1× kapitalisasi pasar Ordinals, dan suplai beredar Cronos 47,3B / 100B CRO (48%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 13 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| CRO | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp39,74T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp55,61M | Rp173,25M |
Suplai yang Beredar | 47,3B / 100B CRO (48%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →