Perbedaan Cronos dan Obol: Cronos diperdagangkan di Rp993,42 (kapitalisasi pasar Rp45,71T, volume 24 jam Rp105,81M), sedangkan Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 1518,6× kapitalisasi pasar Obol, dan suplai beredar Cronos 46,1B / 100B CRO (47%) dibanding 161,3M / 500M OBOL (33%) milik Obol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 12 Hari dan Obol selama 14 Hari.
| CRO | OBOL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,71T | Rp30,1M |
Volume (24h) | Rp105,81M | Rp51,72M |
Suplai yang Beredar | 46,1B / 100B CRO (47%) | 161,3M / 500M OBOL (33%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →