Perbedaan Cronos dan IOTA: Cronos diperdagangkan di Rp992,88 (kapitalisasi pasar Rp45,71T, volume 24 jam Rp105,81M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp671,08 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 15,1× kapitalisasi pasar IOTA, dan suplai Cronos dibatasi (46,1B / 100B CRO (47%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 12 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| CRO | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,71T | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp105,81M | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 46,1B / 100B CRO (47%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 12 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →