Perbedaan Cronos dan Lagrange: Cronos diperdagangkan di Rp996,01 (kapitalisasi pasar Rp45,51T, volume 24 jam Rp105,12M), sedangkan Lagrange diperdagangkan di Rp1.042 (kapitalisasi pasar Rp200,63M, volume 24 jam Rp156,13M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 226,8× kapitalisasi pasar Lagrange, dan suplai Cronos dibatasi (46,1B / 100B CRO (47%)), sedangkan Lagrange terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 12 Hari dan Lagrange selama 7 Hari.
| CRO | LA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,51T | Rp200,63M |
Volume (24h) | Rp105,12M | Rp156,13M |
Suplai yang Beredar | 46,1B / 100B CRO (47%) | 193M LA |
Typical Hold Time | 12 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →Lagrange mengkhususkan diri dalam pembuatan zero-knowledge proof untuk AI yang aman dan pribadi. Produk unggulannya, DeepProve, adalah sistem zkML tercepat yang memungkinkan verifikasi AI melalui zero-knowledge proofs. Lagrange juga menawarkan Jaringan ZK Prover terdesentralisasi untuk pembuatan proof yang aman dan hemat biaya, didukung oleh validator besar seperti Coinbase Cloud dan Kraken. Selain itu, ZK Coprocessor berbasis SQL memungkinkan smart contract untuk memindahkan perhitungan kompleks dan memverifikasinya secara on-chain.
Selengkapnya di halaman LA →