Perbedaan Cronos dan Haedal Protocol: Cronos diperdagangkan di Rp842,84 (kapitalisasi pasar Rp39,79T, volume 24 jam Rp56,53M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp285,76 (kapitalisasi pasar Rp138,19M, volume 24 jam Rp24,15M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 287,9× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Cronos 47,3B / 100B CRO (48%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cronos selama 13 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| CRO | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp39,79T | Rp138,19M |
Volume (24h) | Rp56,53M | Rp24,15M |
Suplai yang Beredar | 47,3B / 100B CRO (48%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →