Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Clearpool (CPOOL) vs Subsquid (SQD)

ClearpoolTrading
SubsquidTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Clearpool dan Subsquid: Clearpool diperdagangkan di Rp349,59 (kapitalisasi pasar Rp341,23M, volume 24 jam Rp8,73M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp542,84 (kapitalisasi pasar Rp547,26M, volume 24 jam Rp69,99M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Clearpool 975,6M / 1B CPOOL (98%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Clearpool selama 4 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

CPOOLSQD
Kap. Pasar
Rp341,23MRp547,26M
Volume (24h)
Rp8,73MRp69,99M
Suplai yang Beredar
975,6M / 1B CPOOL (98%)1B / 1,3B SQD (76%)
Typical Hold Time
4 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

CPOOL

Belum ada data sentimen.

SQD
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Clearpool

Clearpool adalah marketplace kredit terdesentralisasi yang menghubungkan lender dengan peminjam institusional untuk pinjaman stablecoin tanpa jaminan. Protokol ini mengatasi masalah over-collateralization di DeFi dengan menyediakan fasilitas kredit tanpa agunan bagi institusi. Ekosistemnya mencakup pool permissionless, platform institusional yang patuh regulasi, serta vault pembiayaan khusus, dengan token CPOOL untuk governance, staking, dan insentif likuiditas.

Selengkapnya di halaman CPOOL

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD