Perbedaan CoW Protocol dan eCash: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.817 (kapitalisasi pasar Rp1,05T, volume 24 jam Rp41,18M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,1167 (kapitalisasi pasar Rp2,34T, volume 24 jam Rp82,33M). Perbedaan utamanya: eCash jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 20,1T / 21T XEC (96%) milik eCash. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| COW | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,05T | Rp2,34T |
Volume (24h) | Rp41,18M | Rp82,33M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →