Perbedaan CoW Protocol dan Wanchain: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.803 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp40,2M), sedangkan Wanchain diperdagangkan di Rp942,12 (kapitalisasi pasar Rp240,51M, volume 24 jam Rp39,98M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Wanchain, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 198,9M / 210M WAN (95%) milik Wanchain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Wanchain selama 25 Hari.
| COW | WAN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp240,51M |
Volume (24h) | Rp40,2M | Rp39,98M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 198,9M / 210M WAN (95%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →WAN adalah mata uang kripto asli dari blockchain Wanchain Layer 1, digunakan untuk transaksi dan eksekusi kontrak pintar (smart contract). Sebagian kecil WAN dibakar dalam setiap transaksi. Total pasokannya dibatasi hingga 210.000.000.
Selengkapnya di halaman WAN →