Perbedaan CoW Protocol dan Wormhole: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.488 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Wormhole diperdagangkan di Rp173,15 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp1,64T). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 6,2B / 10B W (62%) milik Wormhole. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Wormhole selama 53 Hari.
| COW | W | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp1,64T |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 6,2B / 10B W (62%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 53 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Wormhole adalah platform interoperabilitas terkemuka yang memungkinkan aplikasi multichain dan bridge skala besar. Wormhole memberikan akses kepada developer untuk likuiditas dan pengguna di lebih dari 30 jaringan blockchain terkemuka, memungkinkan use case yang meliputi DeFi, NFT, tata kelola, dan masih banyak lagi.
Selengkapnya di halaman W →