Perbedaan CoW Protocol dan Tether USDT: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp18.087 (kapitalisasi pasar Rp3.321,92T, volume 24 jam Rp839,46T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 2306,9× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Tether USDT selama 80 Hari.
| COW | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp3.321,92T |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp839,46T |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 184,3B USDT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →