Perbedaan CoW Protocol dan Tellor: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.373 (kapitalisasi pasar Rp755,51M, volume 24 jam Rp122,93M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| COW | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp755,51M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp122,93M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 20 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →