Perbedaan CoW Protocol dan Stacks: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.821 (kapitalisasi pasar Rp1,05T, volume 24 jam Rp41,18M), sedangkan Stacks diperdagangkan di Rp2.220 (kapitalisasi pasar Rp4,04T, volume 24 jam Rp63,76M). Perbedaan utamanya: Stacks jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (575,6M / 1B COW (58%)), sedangkan Stacks terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Stacks selama 46 Hari.
| COW | STX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,05T | Rp4,04T |
Volume (24h) | Rp41,18M | Rp63,76M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 1,8B STX |
Typical Hold Time | 21 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Stacks adalah solusi blockchain layer-1 yang dirancang untuk membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) ke Bitcoin (BTC). Smart contract ini dibawa ke Bitcoin tanpa mengubah fitur apa pun yang membuatnya begitu kuat — termasuk keamanan dan stabilitasnya.
Selengkapnya di halaman STX →