Perbedaan CoW Protocol dan StakeStone: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp777,85 (kapitalisasi pasar Rp176M, volume 24 jam Rp78,56M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 8,2× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 225,3M / 1B STO (23%) milik StakeStone. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan StakeStone selama 10 Hari.
| COW | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp176M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp78,56M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →