Perbedaan CoW Protocol dan MyShell: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp363,53 (kapitalisasi pasar Rp147,82M, volume 24 jam Rp75,46M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan MyShell selama 20 Hari.
| COW | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp147,82M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp75,46M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →