Perbedaan CoW Protocol dan Saros: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Saros diperdagangkan di Rp7,85 (kapitalisasi pasar Rp27,63M, volume 24 jam Rp10,16M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 52,1× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 3,5B / 10B SAROS (36%) milik Saros. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Saros selama 21 Hari.
| COW | SAROS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp27,63M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp10,16M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 3,5B / 10B SAROS (36%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →