Perbedaan CoW Protocol dan Request: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.816 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp44,17M), sedangkan Request diperdagangkan di Rp907,42 (kapitalisasi pasar Rp725,95M, volume 24 jam Rp21,83M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CoW Protocol dibatasi (575,6M / 1B COW (58%)), sedangkan Request terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Request selama 38 Hari.
| COW | REQ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp725,95M |
Volume (24h) | Rp44,17M | Rp21,83M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 796,7M REQ |
Typical Hold Time | 21 Hari | 38 Hari |
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Token Request (REQ), diluncurkan pada tahun 2017, memastikan kinerja dan stabilitas jaringan Rquest. Jaringan Request itu sendiri adalah sistem pembayaran terdesentralisasi berbasis Ethereum di mana dan siapa pun dapat meminta pembayaran dan menerima uang melalui cara yang aman.
Selengkapnya di halaman REQ →