Perbedaan CoW Protocol dan SuperRare: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.810 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp41,41M), sedangkan SuperRare diperdagangkan di Rp211,1 (kapitalisasi pasar Rp173,25M, volume 24 jam Rp259,45M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 825,5M / 1B RARE (83%) milik SuperRare. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan SuperRare selama 32 Hari.
| COW | RARE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp173,25M |
Volume (24h) | Rp41,41M | Rp259,45M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 825,5M / 1B RARE (83%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →