Perbedaan CoW Protocol dan QuarkChain: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.488 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan QuarkChain diperdagangkan di Rp34,76 (kapitalisasi pasar Rp251,93M, volume 24 jam Rp8,54M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar QuarkChain, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan QuarkChain terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan QuarkChain selama 31 Hari.
| COW | QKC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp251,93M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp8,54M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 7,3B QKC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Jaringan QuarkChain adalah arsitektur blockchain terbuka yang bertujuan untuk memenuhi standar komersial global. Jaringan ini menyediakan solusi blockchain yang aman, terdesentralisasi, dan skalabel untuk mencapai lebih dari 100.000 TPS on-chain.
Selengkapnya di halaman QKC →