Perbedaan CoW Protocol dan BENQI: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.492 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan BENQI diperdagangkan di Rp20,62 (kapitalisasi pasar Rp147,71M, volume 24 jam Rp8,21M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar BENQI, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 7,2B / 7,2B QI (100%) milik BENQI. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan BENQI selama 48 Hari.
| COW | QI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp147,71M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp8,21M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 7,2B / 7,2B QI (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →BENQI adalah pasar likuiditas terdesentralisasi non-kustodial serta protokol liquid staking yang dibangun di atas jaringan smart contract Avalanche berkecepatan tinggi. Protokol pinjam meminjam memungkinkan pengguna untuk meminjam atau mendapatkan bunga dari aset digital mereka. Protokol Liquid Staking menyediakan akses untuk efisiensi modal, memberikan pengguna kesempatan untuk membuka kunci AVAX yang mereka “staked“ untuk digunakan pada protokol Keuangan Terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman QI →