Perbedaan CoW Protocol dan Origin Protocol: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.812 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp41,41M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,4 (kapitalisasi pasar Rp198,5M, volume 24 jam Rp17,18M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 689,5M / 1,4B OGN (49%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| COW | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp198,5M |
Volume (24h) | Rp41,41M | Rp17,18M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →