Perbedaan CoW Protocol dan Non-Playable Coin: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.483 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan Non-Playable Coin diperdagangkan di Rp117,2 (kapitalisasi pasar Rp886,35M, volume 24 jam Rp71,09M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 7,6B / 8,1B NPC (95%) milik Non-Playable Coin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Non-Playable Coin selama 4 Hari.
| COW | NPC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp886,35M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp71,09M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 7,6B / 8,1B NPC (95%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Non-Playable Coin (NPC) adalah proyek seni crypto eksperimental yang menggabungkan konsep memecoin dan NFT melalui model hybrid yang unik. Proyek ini merayakan meme NPC yang ikonik dengan fokus pada nilai budaya dan keterlibatan komunitas. Setiap token didukung oleh NFT, menghadirkan bentuk baru dalam kepemilikan aset digital.
Selengkapnya di halaman NPC →