Perbedaan CoW Protocol dan MX Token: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.488 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan MX Token diperdagangkan di Rp29.680 (kapitalisasi pasar Rp2,72T, volume 24 jam Rp87,33M). Perbedaan utamanya: MX Token lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 91,8M / 413,8M MX (23%) milik MX Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan MX Token selama 19 Hari.
| COW | MX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp2,72T |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp87,33M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 91,8M / 413,8M MX (23%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →MX adalah token crypto asli yang diluncurkan oleh bursa terpusat (CEX) MEXC pada tahun 2019. MX menjadi penggerak ekosistem MEXC dan memberikan pemegangnya akses ke fitur serta manfaat unik di dalam platform. Pemegang MX memiliki hak untuk memberikan suara dalam keputusan bisnis, berpartisipasi dalam pemilihan tim, dan menikmati akses prioritas ke berbagai kegiatan dan acara.
Selengkapnya di halaman MX →