Perbedaan CoW Protocol dan Metaplex: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.803 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp40,2M), sedangkan Metaplex diperdagangkan di Rp423,79 (kapitalisasi pasar Rp202,34M, volume 24 jam Rp16,87M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Metaplex, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 477M / 1B MPLX (48%) milik Metaplex. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Metaplex selama 15 Hari.
| COW | MPLX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp202,34M |
Volume (24h) | Rp40,2M | Rp16,87M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 477M / 1B MPLX (48%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Metaplex memainkan peran penting dalam salah satu ekosistem pengembang terbesar di dunia blockchain dengan menyediakan infrastruktur on-chain yang dibutuhkan untuk membuat hampir semua token dan NFT di Solana dan Solana Virtual Machine (SVM). Platform ini digunakan oleh launchpad, marketplace, game, dompet, dan berbagai aplikasi terkemuka lainnya, menghasilkan pendapatan dan volume transaksi yang signifikan melalui infrastrukturnya.
Selengkapnya di halaman MPLX →