Perbedaan CoW Protocol dan IOTA: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp670,96 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| COW | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 20 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →