Perbedaan CoW Protocol dan Maverick Protocol: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.810 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp41,41M), sedangkan Maverick Protocol diperdagangkan di Rp158,95 (kapitalisasi pasar Rp186,63M, volume 24 jam Rp56,98M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai beredar CoW Protocol 575,6M / 1B COW (58%) dibanding 1,2B / 2B MAV (59%) milik Maverick Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Maverick Protocol selama 25 Hari.
| COW | MAV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp186,63M |
Volume (24h) | Rp41,41M | Rp56,98M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 1,2B / 2B MAV (59%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →