Perbedaan CoW Protocol dan Loopring: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.487 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Loopring, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Loopring selama 73 Hari.
| COW | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →