Perbedaan CoW Protocol dan Lombard Staked BTC: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.130.199.468 (kapitalisasi pasar Rp13,39T, volume 24 jam Rp7,2M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Lombard Staked BTC selama 9 Hari.
| COW | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp13,39T |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp7,2M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →