Perbedaan CoW Protocol dan IOST: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.487 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan IOST diperdagangkan di Rp12,32 (kapitalisasi pasar Rp417,6M, volume 24 jam Rp81,89M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar IOST, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 34,2B / 90B IOST (38%) milik IOST. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan IOST selama 78 Hari.
| COW | IOST | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp417,6M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp81,89M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 34,2B / 90B IOST (38%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 78 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →IOST menggambarkan dirinya sebagai jaringan dan ekosistem blockchain yang "sangat cepat," sepenuhnya matang, dan terdesentralisasi dengan node serta dompetnya sendiri, dan berbasis protokol konsensus "generasi berikutnya" yang dijuluki "proof-of-believability".
Selengkapnya di halaman IOST →