Perbedaan CoW Protocol dan Hashflow: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp155,55 (kapitalisasi pasar Rp131,9M, volume 24 jam Rp47,5M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 10,9× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| COW | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp131,9M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp47,5M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 849M HFT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →