Perbedaan CoW Protocol dan Haedal Protocol: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.777 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp40,77M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp284,16 (kapitalisasi pasar Rp136,33M, volume 24 jam Rp27,24M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 7,5× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar CoW Protocol 575,5M / 1B COW (58%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| COW | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,02T | Rp136,33M |
Volume (24h) | Rp40,77M | Rp27,24M |
Suplai yang Beredar | 575,5M / 1B COW (58%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 15 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token COW Protocol saat ini diperdagangkan di Rp1.801 dengan kapitalisasi pasar Rp1,04 triliun. Sinyal teknis menunjukkan bias bearish jangka pendek dengan moving averages seragam bearish, namun osilator memberikan sinyal bullish. Token telah mencapai sirkulasi 58% dari total supply 1 juta COW dengan rata-rata hold time 21 hari. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan peluang rebound dari level oversold (RSI 17-28) namun tekanan jual masih dominan. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan dampak geopolitik terhadap pasar crypto secara keseluruhan berdasarkan laporan HSBC 24 Juli 2026.
Haedal Protocol saat ini diperdagangkan di Rp288,18 dengan sinyal teknis bearish didorong oleh moving averages yang negatif. Token menunjukkan sirkulasi 49% dengan hold time rata-rata 15 hari. Posisi harga berada di level pivot point Rp288 dengan support kuat di Rp283 dan resistance di Rp292. Market cap mencapai Rp139,43 juta dengan supply terbatas 1 juta token.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan peluang rebound dari support Rp283. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor perlu memantau breakout di atas Rp292 untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →