Perbedaan CoW Protocol dan The Graph: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.488 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp314,65 (kapitalisasi pasar Rp3,38T, volume 24 jam Rp189,2M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| COW | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp3,38T |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp189,2M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp315,52 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages, namun RSI_6 menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Market cap mencapai Rp3,4T dengan sirkulasi 10,9M token. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, sementara aktivitas jaringan tetap stabil.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan peluang rebound teknis dari level support Rp313, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual masih dominan. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang masih hati-hati.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →