Perbedaan CoW Protocol dan Gas: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.488 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp18.722 (kapitalisasi pasar Rp1,22T, volume 24 jam Rp42,56M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Gas selama 47 Hari.
| COW | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp1,22T |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp42,56M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 20 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →