Perbedaan CoW Protocol dan Fuel: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Fuel diperdagangkan di Rp12,61 (kapitalisasi pasar Rp107,84M, volume 24 jam Rp18,07M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 13,4× kapitalisasi pasar Fuel, dan suplai CoW Protocol dibatasi (578,4M / 1B COW (58%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Fuel selama 17 Hari.
| COW | FUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp107,84M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp18,07M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 8,6B FUEL |
Typical Hold Time | 20 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →