Perbedaan CoW Protocol dan Foxy: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.494 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan Foxy diperdagangkan di Rp1,6 (kapitalisasi pasar Rp9,08M, volume 24 jam Rp10,5M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 158,6× kapitalisasi pasar Foxy, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 5,9B / 10B FOXY (59%) milik Foxy. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan Foxy selama 17 Hari.
| COW | FOXY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp9,08M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp10,5M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 5,9B / 10B FOXY (59%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Foxy adalah token maskot dari blockchain Linea—sebuah culture coin dan meme token yang menyatukan pengguna, membangun komunitas, dan mewakili semangat Linea.
Selengkapnya di halaman FOXY →