Perbedaan CoW Protocol dan FLOCK: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.492 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan FLOCK diperdagangkan di Rp565,92 (kapitalisasi pasar Rp233,22M, volume 24 jam Rp32,4M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar FLOCK, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 413M / 1B FLOCK (42%) milik FLOCK. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan FLOCK selama 15 Hari.
| COW | FLOCK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp233,22M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp32,4M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 413M / 1B FLOCK (42%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →FLock.io adalah platform pelatihan AI terdesentralisasi pertama yang menggabungkan Federated Learning dengan blockchain. Platform ini memungkinkan komunitas untuk melatih, membuat, dan memiliki model AI secara aman tanpa memusatkan data.
Selengkapnya di halaman FLOCK →